Namun, menjawab pertanyaan seperti universitas mana saja yang biaya kuliahnya di bawah 30.000 dollar AS atau aktor usia di bawah 40 tahun yang mendapat Piala Oscar minimal sekali bukan hal gampang. Dengan database Metaweb, Google berharap dapat menyajikan jawaban yang pas dan komprehensif untuk pertanyaan semacam itu.
Layanan semacam ini mirip dengan mimpi dan ambisi pendiri Facebook Mark Zuckerberg dengan konsep Open Graph di mana informasi terkait saling terhubung sehingga pengguna internet dapat memperoleh informasi komprehensif terhadap hal menarik yang dibutuhkannya. Zuckerberg bercita-cita dengan konsep tersebut bisa menyatukan preferensi pengguna seperti dalam hal binsis seperti yang dilakukan Yelp dan musik yang dilakukan Pandora ke dalam layanan yang memberikan paket informasi yang sangat kaya dan kontekstual sesuai kebutuhan pengguna.
“Kita dapat membuat web menjadi lebih cerdas, lebih sosial, dan lebih personal,” ujar CEO Facebook, Mark Zuckerberg dalam F8 beberapa bulan lalu. Ia optimis sekali bahwa pemetaan tersebut lebih mudah dilakukan di Facebook karena telah memiliki data preferensi sekitar 500 juta penggunanya.
Dalam persaingannya untuk menjadi sebuah web yang sempurna, tampaknya Google dan Facebook akan bersaing dalam mengelola metadata preferensi setiap penggunanya. Metadata yang dibangun Facebook bisa menjadi saingan. Sebaiknya Google tidak menganggap remeh Facebook.
Google dan Facebook memang menakjubkan, siapa yang menang diantara keduanya ?
Terimakasih Atas Kunjungan Anda

Tidak ada komentar:
SILAHKAN BERKOMENTAR
Tulisan komentar dengan unsur sara', penghinaan, pelecehan, spamming, link aktif, akan kami hapus.
Tulislah setiap kata dengan penuh makna dan santun.
Salam sejahtera & semoga sukses selalu menyertai Anda.